Jangan Remehkan Sesak Napas, Bisa Jadi Adalah Gejala Penyakit Serius!


Dada sesak dapat menyulitkan Anda untuk menghirup atau menghembuskan udara dari paru-paru, sehingga lebih sulit untuk bernapas. Tapi apakah sensasi sesaknya terasa mengganggu namun cukup ringan sehingga Anda masih bisa beraktivitas seperti biasanya? Atau mungkin rasa sesak yang Anda rasakan begitu kuat menekan dada, membuat Anda kepayahan menjalani hari. Anda perlu mengamati setiap gejalanya untuk memudahkan dokter mencari tahu penyebab sebenarnya dari keluhan Anda.

Berikut adalah beberapa penyebabnya:

1. Gangguan pencernaan

Dada sesak dapat diakibatkan oleh gangguan pencernaan seperti refluks asam lambung (GERD). Ketika makanan tidak dicerna dengan baik, sisa makanan bisa kembali naik ke atas kerongkongan yang menyebabkan dada terasa panas terbakar dan rasa asam tajam di mulut. Sensasi dada sesak dan perut mulas dari refluks asam lambung ini bisa terasa mirip karena jantung dan esofagus (kerongkongan) terletak dekat satu sama lain dan berbagi jaringan saraf.
2. Asma
Jika dada terasa sesak dan diikuti oleh suara mengi (napas berbunyi ngik-ngik), sesak napas, dan batuk-batuk (terutama di malam hari), ini bisa menjadi pertanda asma. Asma erat kaitannya dengan penyakit bawaan sejak kecil, tapi orang dewasa yang sama sekali tidak memiliki riwayat asma bisa terkena serangan asma untuk pertama kalinya di usianya sekarang ini. Asma menyebabkan saluran udara Anda membengkak dan menyempit, sehingga menimbulkan sensasi sesak saat menarik napas.

3. Serangan panik atau kecemasan

Dada terasa sesak tiba-tiba tapi tidak sedang melakukan aktivitas fisik berat bisa menandakan gejala serangan kecemasan atau serangan panik.
Umumnya, serangan panik atau kecemasan akan mengakibatkan seseorang mengalami hiperventilasi. Hiperventilasi adalah kondisi di mana Anda menghirup banyak oksigen dan mengembuskan napas dengan cepat dan dangkal dalam satu waktu. Hal ini menyebabkan kadar karbon dioksida merosot dramatis dalam tubuh sehingga menyebabkan penyempitan pembuluh darah yang memasok darah segar ke paru-paru dan otak. Ketika ini terjadi, maka Anda akan merasa sesak dan “melayang”.

4. Angina

Angina adalah penyebab dada terasa sesak karena otot jantung Anda tidak menerima cukup asupan darah yang kaya oksigen. Gejala angina yang paling umum adalah nyeri dada yang terasa seperti ditekan atau diremas kuat-kuat. Anda juga mungkin akan merasakan sakit dan nyeri di sekujur tubuh — bahu, leher, lengan, rahang, da/atau punggung.
Kondisi ini dapat dipicu oleh olahraga berat atau stres, dan akan mereda hilang dengan istirahat. Tapi angina bukanlah penyakit. Ini adalah gejala dari masalah jantung yang mendasari, biasanya penyakit jantung koroner.

5. Emboli paru

Gejala emboli paru biasanya dimulai tiba-tiba. Emboli paru paling sering disebabkan oleh trombosis vena dalam, yaitu penggumpalan darah di pembuluh vena. Penyumbatan yang menyebabkan emboli paru paling sering dimulai di kaki atau panggul. Ketika gumpalan bergerak menuju paru, vena di paru-paru jadi tersumbat yang kemudian bisa menimbulkan masalah pernapasan serius.
Emboli paru menyebabkan aliran darah ke salah satu atau kedua sisi paru menjadi sangat terbatas sehingga membuat dada terasa sesak dan detak jantung meningkat, yang membuat Anda kesulitan bernapas. Peradangan pada jaringan pembungkus paru-paru dan dinding dada (pleura) juga bisa menyebabkan nyeri dada yang terasa tajam.