Kenali Apa Itu Narkolepsi


Narkolepsi adalah gangguan sistem saraf yang memengaruhi kendali terhadap aktivitas tidur. Penderita narkolepsi mengalami rasa kantuk pada siang hari dan bisa tiba-tiba tertidur tanpa mengenal waktu dan tempat.

Penyebab Narkolepsi

Penyebab narkolepsi belum diketahui secara pasti. Namun, sebagian besar penderita narkolepsi memiliki kadar hipokretin rendah. Hipokretin adalah zat kimia dalam otak yang membantu mengendalikan waktu tidur. Penyebab rendahnya hipokretin diduga akibat sistem imun yang menyerang sel-sel sehat (autoimun). Berikut ini kondisi yang dapat memicu timbulnya proses autoimun tersebut, hingga akhirnya mengarah pada narkolepsi.
  • Perubahan hormon, terutama pada masa pubertas atau menopause.
  • Stres.
  • Perubahan pola tidur secara tiba-tiba.
  • Infeksi, seperti infeksi bakteri streptokokus atau infeksi flu babi.
  • Kelainan genetik.
Narkolepsi juga dapat disebabkan oleh kerusakan bagian otak yang menghasilkan hipokretin akibat penyakit lain, seperti:
  • Tumor otak.
  • Cedera kepala.
  • Ensefalitis atau peradangan otak.
  • Multiple sclerosis.

Gejala Narkolepsi

Gejala narkolepsi dapat muncul secara tiba-tiba atau berkembang secara perlahan selama bertahun-tahun. Gejala yang umumnya terjadi meliputi:
  • Rasa kantuk yang berlebihan pada siang hari. Penderita narkolepsi selalu mengantuk pada siang hari, sulit untuk tetap terjaga, dan sulit berkonsentrasi.
  • Serangan tidur. Serangan tidur menyebabkan penderita narkolepsi tertidur di mana saja dan kapan saja secara tiba-tiba. Jika narkolepsi tidak terkendali, serangan tidur bisa berlangsung selama beberapa kali dalam sehari.
  • Katapleksi atau melemahnya otot secara tiba-tiba yang ditandai dengan:
    • Tungkai terasa lemas.
    • Penglihatan ganda.
    • Kepala lunglai dan rahang turun.
    • Bicara cadel.
    Hilangnya kendali otot bersifat sementara dan biasanya dipicu oleh emosi tertentu, seperti terkejut, marah, senang, atau tertawa. Penderita narkolepsi biasanya mengalami serangan katapleksi 1-2 kali dalam setahun. Katapleksi dapat berlangsung selama beberapa detik hingga beberapa menit.
  • Ketindihan atau sleep paralysis. Kondisi ini terjadi ketika penderita tidak mampu bergerak atau berbicara selama sementara saat hendak terbangun atau mulai tertidur.
  • Halusinasi. Penderita narkolepsi terkadang dapat melihat atau mendengar sesuatu yang tidak nyata, terutama saat akan tidur atau bangun tidur.
  • Gangguan ingatan. Penderita narkolepsi terkadang lupa aktivitas apa yang baru dilakukannya.
  • Sakit kepala.
  • Depresi.

Pengobatan Narkolepsi
Beberapa jenis obat yang digunakan untuk meredakan narkolepsi meliputi:
  • Stimulan, obat untuk merangsang sistem saraf pusat, sehingga membantu penderita tetap terjaga pada siang hari. Dokter akan memberikan stimulan jenis methylphenidate.
  • Antidepresan trisiklik. Obat antidepresan, seperti amitriptyline, membantu meredakan gejala katapleksi atau hilang kendali otot.
  • Anti depresan jenis selective serotonin reuptake inhibitors (SSRIs) atau serotonin and norepinephrine reuptake inhibitor (SNRIs). Obat ini berfungsi untuk menekan waktu tidur, membantu meringankan gejala katapleksi, halusinasi, dan ketindihan atau sleep paralysis.