Kenali Piriformis Sindrom



Sindrom piriformis terjadi ketika otot piriformis menekan saraf sciatic, yaitu saraf besar yang membentang dari punggung bagian bawah hingga ke masing-masing tungkai Anda.  Otot piriformis sendiri merupakan otot yang terletak di bagian bokong, membentang hingga bagian atas tulang paha.  Otot piriformis membantu menyeimbangkan tubuh bagian bawah ketika Anda melakukan aktivitas yang melibatkan bagian tubuh di area ini, seperti berjalan atau ketika sedang mengangkat beban.

Gejala
  • Pertama, nyeri di dalam dan di sekitar tulang panggul (Hip). Pemendekan otot meningkatkan tekanan diantara tendon dan tulang, sehinggga secara langsung terjadi ketidaknyamanan dan nyeri. Atau dapat juga hal tersebut menyebabkan bursitis.
  • Kedua, nyeri pada bagian tengah pantat / bokong. Nyeri ini dapat di picu dengan memberikan tekanan pada daerah pantat.
  • 3. Ketiga, sindroma piriformis mungkin terjadi akibat ischialgia, nyeri pada daerah tertentu sepanjang tungkai yang merupakan manifestasi rangsangan saraf sensoris perifer dari nervus iskhiadikus

Akibat
Sindrom piriformis rentan dialami oleh pengemudi truk, petenis, penggemar olahraga ski, dan pesepeda. Rasa sakit akibat sindrom piriformis dapat menyebar ke tungkai bagian bawah dan akan memburuk ketika Anda berjalan atau jongkok. Tanda lain yang mungkin Anda rasakan namun tidak disadari adalah rasa sakit yang muncul ketika buang air, beranjak bangun dari kasur, sakit di area organ kelamin, nyeri saat menggerakkan paha dan sulit duduk. Pada wanita, sindrom piriformis juga bisa ditandai dengan nyeri saat bersenggama.
Apabila tidak ditangani, nyeri akibat sindrom piriformis dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Terlebih karena nyeri ini dapat terpicu ketika sedang duduk, berlari, naik tangga, hingga jika otot piriformis ditekan.

Pengobatan
Untuk membedakan sindrom piriformis dari jenis sakit punggung bagian bawah lain seperti saraf terjepit, kejang otot, cedera otot hamstring dan asam urat, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan beberapa pemeriksaan penunjang pada pasien. CT scan, MRI, dan pemeriksaan elektromiografi (EMG) akan dilakukan untuk mengamati otot piriformis, mendeteksi gangguan atau perubahan pada saraf otot, dan mencari tahu faktor penyebab, seperti herniasi bantalan saraf tulang belakang, abses maupun tumor.
Fisioterapi adalah salah satu jenis penanganan pertama yang disarankan bagi penderita sindrom piriformis. Selain istirahat yang cukup, Anda akan dianjurkan untuk mengikuti serangkaian latihan fisik dan peregangan untuk mengurangi tekanan pada saraf sciatic. Anda juga bisa mencoba memberikan kompres dingin pada daerah yang nyeri untuk mengurangi peradangan dan nyeri. Fisioterapi juga bertujuan untuk mengurangi rasa sakit dan menambah jangkauan gerakan Anda.
Anda dapat melakukan terapi itu bersama Natural Healthy Therapy yang berlokasi di Surabaya. Untuk Anda yang malas keluar, memiliki jadwal padat, dan tidak mau mengantre di klinik, tenang, terapis kami kini dapat dipanggil langsung ke rumah Anda!

Anda bisa menghubungi kami di
TERAPI NHT SURABAYA
Jam Kerja:
Hari Senin - Sabtu
Pukul 08:00 -18:00 WIB

 Telepon WhatsApp