Pengobatan Sakit Kepala

Pengobatan sakit kepala yang dilakukan harus dilihat dari gejala yang dialami dan berdasarkan penyebabnya, karena tidak semua tipe sakit kepala bisa diatasi dengan meminum obat pereda sakit kepala saja. Temui dokter untuk mendiagnosis masalah kesehatan yang menyebabkan sakit kepala.
Jika Anda mengalami gejala-gejala berikut selain sakit kepala, segera ke rumah sakit terdekat:
  • Kesulitan berbicara
  • Gangguan pada penglihatan
  • Salah satu sisi tubuh menjadi lemah atau lumpuh
  • Leher kaku
  • Hilang kesadaran
  • Demam tinggi
  • Sulit berjalan
Ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk membantu mencegah sakit kepala, seperti istirahat yang cukup, mengelola stres dengan baik, dan rutin berolahraga.
Selain itu, Anda juga harus mencari tahu apa yang menjadi pemicu sakit kepala yang Anda alami dan berusaha untuk menghindarinya.

Jenis-jenis Sakit Kepala

1. Sakit kepala tegang (tension headache)

Ini adalah kondisi yang paling sering dialami orang. Bahkan banyak orang menyebutnya sebagai sakit kepala “sehari-hari” karena hampir semua orang pasti pernah mengalaminya dalam beberapa kali hidup mereka.
Anda mungkin akan mengalami sakit kepala sebelah kanan secara konstan. Rasa sakit pada bagian kanan kepala ini merupakan jenis yang paling umum, meskipun belum ditemukan kejelasan pasti penyebabnya. Selain itu, Anda juga mungkin merasa kaku di belakang leher dan otot bahu kemudian menyebar ke depan, dan merasa adanya tekanan di belakang mata Anda bersamaan dengan tekanan pada rahang Anda.
Kondisi ini dapat pada siapa saja dan pada usia berapa pun, tetapi tidak cukup parah untuk mengganggu kehidupan sehari-hari Anda. Dalam banyak kasus, sakit kepala sebelah kanan akan hilang setelah 30 menit hingga beberapa hari.

2. Migrain

Migrain adalah serangan sakit kepala sebelah berulang yang diikuti rasa nyeri yang biasanya parah dan sering membuat penderitanya tidak berdaya. Banyak orang menyebut kondisi ini sebagai sakit kepala sebelah.
Rasa sakitnya berdenyut intens atau berupa rasa sakit ekstrem seperti dihantam oleh benda keras. Walaupun begitu, kondisi ini tergolong sebagai gangguan neurologis turunan akibat ketahanan yang lebih rendah terhadap rangsangan penyebab migrain, berbeda dari sakit kepala biasa ataupun cluster.
Selain merasakan sakit kepala sebelah, beberapa orang juga mengalami mual, muntah, atau sensitivitas terhadap suara bising atau cahaya. Kondisi ini terbilang umum karena dapat memengaruhi sekitar 1 dari setiap 5 wanita dan sekitar 1 dari setiap 15 orang pada pria.
Sakit kepala sebelah dikatakan serius bila berlangsung dari 4 jam sampai 3 hari dan disertai dengan gejala lainnya yang sangat parah hingga menghambat Anda untuk beraktivitas normal. Sakit kepala sebelah juga dikatakan parah jika penderita memiliki riwayat serangan setidaknya 2-5 kali serangan dengan pola yang sama.

3. Sakit kepala cluster 

Sama seperti migrain, kondisi ini juga menyebabkan sakit kepala sebelah di salah satu sisi kepala. Bedanya, rasa nyeri yang intens terjadi secara tiba-tiba dan cenderung muncul di belakang mata atau area sekitar mata.
Selain nyeri yang intens, gejala lainnya dari kondisi ini adalah mata memerah dan berair, pupil mengecil, serta hidung berair. Kondisi ini terbilang umum, akan tetapi paling parah di antara jenis lainnya.
Setiap serangan sakit kepala sebelah dapat berlangsung 15 menit hingga 3 jam dan sering membangunkan pasien dari tidur karena rasa sakitnya bisa sangat buruk dan intens. Gejala kondisi ini bisa terjadi setiap hari, dan berlangsung beberapa minggu atau bulan pada satu waktu, sebelum reda.
Kondisi ini mungkin akan hilang sepenuhnya selama berbulan-bulan atau bertahun-tahun, tapi bisa saja sesekali kembali lagi. Pria 3-4 kali lebih sering terkena kondisi ini daripada wanita.

4. Sakit kepala sinus

Gejala khas dari kondisi ini adalah nyeri yang intens dan konstan di tulang pipi, dahi, atau batang hidung Anda. Terkadang, gejala sakit yang dirasakan hampir mirip dengan gejala migrain. Kondisi ini disebabkan akibat adanya infeksi virus, seperti virus flu.
Virus ini akan menyebar ke rongga sinus dari saluran pernapasan atas, sehingga pada akhirnya menyebabkan dinding sinus (ruang kecil di bagian tengkorak) mengalami peradangan.
Rasa sakit biasanya datang bersamaan dengan gejala sinus lainnya, seperti hidung meler atau tersumbat, telinga berdenging, demam, serta sakit tenggorokan.

5. Sakit kepala hormon

Kondisi ini sering terjadi pada wanita khususnya saat mendekati atau selama siklus menstruasi atau menopause. Pemicu lainnya mungkin setelah kehamilan atau saat mengonsumsi pil KB.
Meski sakit kepala belakang ataupun sebelah tidak mengancam jiwa, namun kondisi ini bisa jadi tanda adanya kondisi kesehatan yang lebih serius, seperti stroke.
Itu sebabnya, jika Anda mencurigai memiliki gejala yang sudah disebutkan di atas berulang kali dan tidak juga kunjung membaik dalam beberapa waktu, ada baiknya Anda segera konsultasi ke dokter