Waspadai Nyeri Sendi Siapa Tahu itu Rematik!

Rematik atau disebut juga dengan rheumatoid arthritis adalah penyakit autoimun yang terjadi saat sistem kekebalan tubuh justru balik menyerang persendian yang sehat. Akibatnya, persendian jadi nyeri, membengkak, dan kaku. Ada berbagai cara mengobati rematik di dokter yang biasanya dijadikan pilihan untuk mengendalikan gejalanya.


Gejala dan ciri-ciri rematik:
  • Rematik bisa menyebabkan nyeri pada bagian tubuh mana pun, tetapi yang paling sering terjadi pada persendian di tangan, pergelangan tangan, dan kaki. Rematik bisa menyerang beberapa sendi sekaligus dalam satu waktu.
  • Gejala rematik juga selalu menimbulkan rasa sakit, tetapi tidak selalu muncul bengkak atau kemerahan pada persendian.
  • Rasa nyeri sendi akibat rematik bisa berubah-ubah intensitasnya. Kadang sakit ringan hingga berat.
  • Sendi menjadi bengkak karena cairan yang menumpuk
  • Terasa kaku, terutama pada pagi hari atau setelah lama tidak digerakkan
  • Merah dan terasa panas
  • Terasa sakit akibat peradangan yang aktif

Pengobatan Rematik

1. Obat rematik

Cara mengobati rematik yang pertama ialah dengan mengonsumsi obat-obatan. Jenis obat yang direkomendasikan oleh dokter tergantung pada tingkat keparahan gejala dan berapa lama Anda menderita penyakit ini. Adapun jenis obat yang diresepkan meliputi:
  • Pereda nyeri NSAID (Obat antiinflamasi nonsteroid), seperti ibuprofen atau naproxen untuk mengurangi rasa sakit dan mengurangi peradangan akibat rematik. NSAID yang lebih kuat juga tersedia dengan resep dari dokter. Obat ini memiliki risiko efek samping yaitu telinga berdenging, iritasi pada perut, masalah jantung, serta kerusakan hati dan ginjal.
  • Steroid. Obat kortikosteroid seperti prednison mampu mengurangi peradangan dan nyeri serta memperlambat kerusakan sendi. Efek samping dari obat-obatan steroid ini berisiko pada penipisan tulang, penambahan berat badan, dan diabetes. Dokter umumnya meresepkan obat ini untuk meredakan gejala rematik akut.
  • Disease-modifying antirheumatic drugs (DMARD). Obat ini dapat memperlambat perkembangan penyakit rematik dan membantu menyelamatkan sendi dan jaringan lainnya dari kerusakan permanen. DMARDs umum termasuk methotrexate (Trexall, Otrexup, Rasuvo), leflunomide (Arava), hydroxychloroquine (Plaquenil), dan sulfasalazine (Azulfidine). Efek sampingnya meliputi kerusakan hati, gangguan pada sumsum tulang, dan infeksi paru-paru.
  • Biologic agents, dikenal juga sebagai obat pengubah respons biologis atau DMRAD biologis. Prosedur ini menggunakan protein rekayasa genetika yang berasal dari gen manusia. Cara ini telah terbukti membantu memperlambat perkembangan rheumatoid arthritis saat pengobatan lain gagal. Abatacept (Orencia), adalimumab (Humira), anakinra (Kineret), certolizumab (Cimzia), etanercept (Enbrel), golimumab (Simponi), infliximab (Remicade), rituximab Rituxan), tocilizumab (Actemra) dan tofacitinib (Xeljanz), termasuk ke dalam jenis obat ini. Obat jenis ini paling efektif jika dipasangkan dengan DMRAD nonbiologis seperti methotrexate. Cara kerjanya dengan menargetkan bagian dari sistem imun yang memicu peradangan pada sendi dan jaringan lainnya. Namun, obat jenis ini juga dapat menambah risiko infeksi.
2. Operasi

Jika obat dan terapi fisik gagal mencegah atau memperlambat kerusakan sendi, kemungkinan besar dokter akan menyarankan pembedahan sebagai cara mengobati rematik. Pembedahan ditujukan untuk memperbaiki sendi yang rusak sehingga Anda dapat kembali menggunakan persendian yang sakit seperti sedia kala. Prosedur ini juga mampu mengurasi rasa sakit dan memperbaiki kelainan bentuk pada bagian tubuh tertentu seperti jari bengkok akibat peradangan yang ditimbulkan.
Operasi radang sendi pada rematik biasanya melibatkan lebih dari satu prosedur. Adapun prosedur pembedahan yang biasanya dilakukan yaitu:
  • Synovectomy. Pembedahan untuk menghilangkam sinovium ( lapisan sendi) yang meradang. Prosedur ini bisa dilakukan pada lutut, siku, pergelangan tangan, jari-jari, dan pinggul.
  • Perbaikan tendon. Peradangan dan kerusakan sendi dapat menyebabkan tendon di sekitar sendi yang putus atau kendur. Melalui prosedur ini dokter akan memperbaiki tendon yang mengalami kerusakan di sekitar sendi Anda.
  • Penggantian sendi total. Prosedur ini dilakukan untuk menghilangkan bagian sendi yang rusak dan menggantinya dengan prostesis yang terbuat dari logam dan plastik.
  • Penggabungan sendi. Prosedur ini dilakukan untuk menghilangkan rasa sakit dan menstabilkan kembali sendi yang rusak. Cara ini dilakukan jika penggantian sendi total tidak memungkinkan untuk dilakukan.
3. Terapi Fisik

Terapi fisik dapat menjadi salah satu metode pengobatan yang tepat. Melalui terapi, Anda akan diajari latihan untuk menjaga sendi tetap fleksibel. Kamiadalah terapis profesional yang berikhtiar melakukan penyembuhan secara menyeluruh baik dengan pendekatan spiritual, psikologi maupun terapi fisik.  Semuanya kami kombinasikan dengan beberapa modalitas terapi yang dilakukan dengan benar! Sehingga efek yang dihasilkan dari sesi terapi akan benar-benar dapat memperbaiki semua masalah fisik maupun mental dengan sangat efektif dan cepat. Terapi kami adalah complementary treatment sehingga sangat meningkatkan hasil dari pengobatan medis yang Anda lakukan.
Klik website kami di https://www.pengobatanalternatif.co.id/ dan dapatkan tips sehat lainnya.

Kami bisa dihubungi di:
TERAPI NHT SURABAYA
Jam Kerja:
Hari Senin - Sabtu
Pukul 08:00 -18:00 WIB
Pasien Yang Akan Datang
Wajib Konfirmasi Sebelumnya
.

 Telepon WhatsApp