Jenis, Penyebab, dan Cara Mengatasi Mimisan


Ketika ada darah keluar dari hidung Anda, Anda biasa menyebut hal itu dengan mimisan atau disebut juga dengan epistaksis. Akan tetapi, sebenarnya apa sih mimisan itu? Mimisan adalah perdarahan dari bagian dalam hidung. Mimisan bisa terjadi pada semua usia, mulai dari anak-anak sampai orang dewasa. Saat seseorang mimisan, mungkin Anda memandangnya sebagai hal yang menakutkan dan berbahaya, tapi umumnya mimisan adalah gangguan kecil.


Jenis Mimisan

Mimisan dapat dibagi ke dalam dua jenis berdasarkan dari mana perdarahan tersebut berasal, yaitu anterior dan posterior.
  • Mimisan anterior biasanya berasal dari perdarahan yang terjadi di pembuluh darah bagian depan hidung. Biasanya mimisan ini lebih mudah untuk dikontrol dan paling umum terjadi.
  • Mimisan posterior adalah mimisan yang terjadi karena perdarahan di pembuluh darah bagian belakang hidung. Mimisan ini biasanya berhubungan dengan tekanan darah tinggi dan membutuhkan penanganan khusus. Biasanya mimisan posterior lebih sering terjadi pada orang lanjut usia.

Penyebab Mimisan


Penyebab mimisan berdasarkan jenisnya

Berdasarkan jenis mimisannya, penyebab sering mimisan pun dapat berbeda.

Mimisan anterior


Sebagian besar, penyebab sering mimisan bisa termasuk pada kelompok mimisan anterior. Mimisan jenis ini biasanya lebih sering terjadi pada anak kecil (sekitar usia 2-10 tahun) dan biasanya bukan menjadi tanda hal serius.
Penyebab mimisan anterior biasanya antara lain:
  • Mengupil terlalu dalam atau dengan kuku yang tajam
  • Membuang ingus sangat keras atau kasar
  • Hidung tersumbat, biasanya disebabkan oleh infeksi (seperti pilek dan flu)
  • Sinusitis
  • Demam atau alergi
  • Udara kering, sehingga menyebabkan membran hidung menjadi kering. Bagian dalam hidung yang kering menjadi lebih rentan terhadap perdarahan dan infeksi.
  • Sedang berada di dataran tinggi
  • Penggunaan dekongestan hidung yang berlebihan
  • Cedera ringan pada hidung
  • Bentuk hidung yang bengkok, ini bisa terjadi sejak lahir atau karena cedera pada hidung

Mimisan posterior


Mimisan jenis ini lebih jarang terjadi, tapi biasanya lebih sering terjadi pada orang dewasa. Mimisan posterior juga biasanya terjadi lebih parah sehingga membutuhkan penanganan yang serius.
Penyebab mimisan posterior biasanya adalah:
  • Trauma pada hidung, yang bisa disebabkan karena pukulan pada kepala atau jatuh, atau hidung patah
  • Operasi hidung
  • Tumor di rongga hidung
  • Aterosklerosis
  • Obat-obatan yang menyebabkan Anda bisa mengalami perdarahan lebih mudah, seperti aspirin dan antikoagulan (seperti warfarin dan heparin)
  • Kelainan pembekuan darah, seperti pada penyakit hemofilia atau penyakit von Willebrand
  • Hereditary haemorrhagic telangiectasia (HHT), kondisi genetik yang diwariskan yang memengaruhi pembuluh darah
  • Leukimia
  • Tekanan darah tinggi


Penyebab sering mimisan secara umum

Secara umum, penyebab sering mimisan bisa berbeda-beda antara satu orang dengan orang lainnya. Penyebab sering mimisan bisa dari hal yang kecil atau merupakan tanda dari penyakit tertentu.
Berikut berbagai penyebab sering mimisan, antara lain:

Udara yang kering


Penyebab sering mimisan paling umum adalah karena udara yang kering. Biasanya kondisi ini akan lebih sering terjadi pada iklim dingin ketika banyak terjadi infeksi saluran pernapasan atas dan ketika suhu serta kelembapan naik turun secara drastis.
Selain itu, perubahan suhu dari lingkungan luar yang dingin ke dalam rumah yang hangat dan kering akan membuat hidung lebih rentan terhadap perdarahan.
Namun, tidak hanya pada iklim yang dingin, mimisan dapat terjadi di iklim panas dan kering dengan kelembapan rendah atau perubahan musim. Iklim tersebut dapat menyebabkan lapisan hidung kering hingga retak dan berdarah.

Penggunaan obat pengencer darah


Berbagai obat pengencer darah, seperti aspirin, Coumadin atau Jantoven (warfarin), obat anti-platelet Plavix(clopidogrel bisulfate), dan obat anti-inflamasi nonsteroid ternyata dapat menjadi penyebab sering mimisan.
Obat pengencer darah akan mengubah kemampuan darah untuk menggumpal dan juga membeku. Akibatnya, perdarahan di hidung tidak dapat terhindarkan dan sulit dihentikan, karena itu terjadilah mimisan. Obat ini biasanya digunakan untuk kondisi penyakit memiliki risiko adanya pembekuan darah seperti kondisi jantung yaitu atrium fibrilasi.

Mengalami cedera pada hidung


Cedera pada hidung yang tidak disengaja juga dapat membuat pembuluh darah di lubang hidung rusak hingga akhirnya berdarah. Penyebab mimisan yang satu ini sering terjadi pada anak saat menggaruk dan mengorek hidungnya.
Namun, ini juga bisa menjadi penyebab mimisan pada orang dewasa. Kebiasaan menggaruk hidung yang gatal juga bisa membuat hidung orang dewasa terluka. Sehingga tanpa disadari hidung akan berdarah.

Masalah kesehatan tertentu


Penyebab mimisan yang paling ditakutkan adalah karena adanya masalah kesehatan tertentu. Jika Anda mengalami mimisan tanpa disadari penyebabnya, ini mungkin sebagai gejala atau tanda dari penyakit ginjal, hati, konsumsi alkohol berlebih, hingga masalah kesehatan lainnya yang dapat menurunkan kemampuan tubuh untuk membekukan darah.
Masalah kesehatan yang umumnya menjadi penyebab mimisan adalah hipertensi dan gagal jantung kongestif. Bahkan pilek dan alergi juga bisa menjadi penyebab sering mimisan akibat lapisan hidung yang mengalami iritasi.

Cara Mengatasinya

Jika Anda atau anak mimisan, kunci utamanya adalah tetap tenang dan jangan panik. Anda bisa melakukan beberapa hal berikut ini untuk mengatasi mimisan.

Duduk tegak arahkan tubuh ke depan

Kebanyakan orang saat terjadi mimisan malah berbaring atau menengadahkan kepalanya ke belakang. Hal tersebut merupakan posisi yang salah dan tidak dianjurkan.
Cara yang benar adalah pastikan posisi Anda tetap tegak dan arahkan tubuh Anda sedikit ke depan. Hal ini dapat mencegah darah kembali masuk ke hidung atau saluran napas. Jika Anda berbaring, darah malah akan masuk kembali dan bisa menyumbat jalan napas.

Jangan bersin

Ketika darah masih mengalir, jangan sengaja mencoba untuk bersin atau mengeluarkan darah dari hidung. Hal tersebut malah dapat membuat mimisan sulit berhenti dan merangsang darah yang mulai mengering untuk kembali mengalir lagi.

Pencet cuping hidung selama 10 menit

Untuk mengatasi mimisan, pencet cuping hidung Anda dengan menggunakan jari Anda (ibu jari dan jari telunjuk) selama 10 menit. Tindakan tersebut bertujuan untuk memberikan penekanan pada titik perdarahan agar darah berhenti mengalir. Ketika Anda melakukan hal tersebut, Anda dapat mencoba untuk bernapas melalui mulut terlebih dahulu.

Kompres dingin

Anda juga dapat meletakkan kompres dingin pada hidung Anda agar darah lebih cepat berhenti. Namun, jangan langsung menempelkan es batu ke hidung. Bungkus es batu dengan kain lembut atau handuk, baru tempelkan ke hidung untuk mengatasi mimisan.

Jika mimisan belum juga berhenti, segera ke dokter

Jika darah terus mengalir lebih dari 20 menit dan tindakan yang telah Anda lakukan belum memberikan hasil, Anda sebaiknya segera ke dokter untuk diberikan penanganan medis lebih lanjut. Selain itu, apabila Anda kesulitan untuk bernapas, kehilangan banyak darah akibat mimisan, menelan banyak darah hingga muntah, dan mimisan terjadi akibat kecelakaan serius, sebaiknya Anda juga berobat ke dokter untuk diperiksa dan ditangani lebih lanjut.