Kurang Minum? Waspadai Dehidrasi



Dalam ilmu fisiologi, dehidrasi adalah kondisi di mana terjadi kekurangan kandungan air pada tubuh secara keseluruhan, disertai dengan gangguan proses metabolisme tubuh. Dehidrasi juga dapat menyebabkan gangguan keseimbangan zat elektrolit di dalam tubuh, seperti hipernatremia (tingginya kandungan ion natrium di dalam darah).
Dehidrasi muncul ketika air yang keluar dari tubuh jumlahnya melebihi air yang masuk, umumnya karena olahraga atau penyakit, namun juga dapat disebabkan karena cuaca tinggi. Kebanyakan orang dapat mentoleransi 3 s/d 4 persen penurunan kandungan air di dalam tubuh tanpa mengalami gejala gangguan kesehatan. Penurunan 5 s/d 8 persen dapat menyebabkan rasa lelah dan pusing-pusing. Kekurangan lebih dari 10% kandungan air di tubuh dapat menyebabkan penurunan kemampuan fisik dan jiwa, ditambah rasa haus yang sangat tinggi. Kematian dapat muncul pada kondisi tubuh kekurangan antara 15 s/d 25 persen dari kandungan air di tubuh.
Dehidrasi ringan umumnya ditandai dengan rasa haus dan kurang enak badan, serta umumnya dapat disembuhkan dengan rehidrasi (minum air).


Gejala

Dehidrasi memiliki efek yang tampak pada tubuh Anda. Beberapa gejala umum dari dehidrasi adalah:
  • Merasa sangat kehausan
  • Merasa pusing
  • Palpitasi (merasa jantung berdebar kencang)
  • Urin yang dihasilkan sedikit
  • Mulut kerng
  • Urin pekat dan berwarna kuning gelap
  • Otot yang melemah
  • Kulit kering

Penyebab

Dehidrasi biasanya disebabkan oleh asupan cairan yang kurang. Faktor lainnya meliputi iklim, aktivitas fisik, dan diet. Selain itu, dehidrasi dapat disebabkan oleh penyakit yang mengakibatkan kehilangan cairan seperti diare, muntah, dan diabetes.


Pengobatan

Berikut adalah gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat membantu Anda mengatasi dehidrasi:
  • Minum air dengan kadar yang sedikit-sedikit
  • Minum minuman berkarbon atau elektrolit
  • Makan es loli yang terbuat dari jus dan minuman energi
  • Minum melalui sedotan