Penyakit Syaraf yang Menular: Polio


Polio (disebut juga poliomyelitis) adalah penyakit menular yang disebabkan virus polio. Virus ini menyerang sistem saraf pusat, menyebabkan nyeri atau merusak saraf motorik, sehingga menyebabkan kelumpuhan otot (ketidakmampuan untuk menggerakan tungkai atau bagian tubuh lain). Pada kasus yang berat, penyakit ini sering terjadi pada kaki, walau pada kasus terparah, penyakit dapat mempengaruhi kemampuan bernapas dan menelan. Saat ini, sudah terdapat vaksin yang sangat efektif. Penyakit menular ini jarang terjadi namun tetap ada di negara berkembang.
Kebanyakan gejala infeksi ini berlangsung selama hanya beberapa hari hingga minggu. Namun polio sering menyebabkan gejala berat dan biasanya bertahan dari 2 – 6 bulan. Setelah itu, pasien akan baik kembali.

Gejala

Ada 3 macam infeksi: atipikal, paralisis, dan tidak paralisis. Polio dapat ringan, tidak berhubungan dengan sistem saraf pusat, namun juga dapat sangat serius, terjadi paralisis alias kelumpuhan. Sebagian besar pasien yang terinfeksi tidak bergejala.
Gejala yang paling sering terjadi pada polio ringan yaitu gejala mirip flu, atau seperti infeksi virus: sakit kepala, demam, sakit tenggorokan, mual, muntah, dan konstipasi atau diare.
Gejala yang paling sering terjadi yaitu sakit kepala, kaku leher, dan perubahan fungsi mental.
Gejala paling sering yaitu demam, sakit kepala dan punggung, konstipasi, dan menjadi lebih sensitif. Pasien akan merasakan hilangnya sensasi dan lumpuh anggota gerak bawah. Lalu pasien akan membaik secara bertahap selama 2 – 6 bulan.

Penyebab

Virus polio menyebabkan poliomyelitis. Penyakit ini menular melalui kontak dengan air dan makanan yang terinfeksi feses penderita. Keadaan ini sering terjadi pada daerah dengan sistem drainase yang buruk. Penyakit ini juga dapat menular melalui kontak langsung dengan pembawa virus atau yang baru saja divaksin polio oral (vaksin dibuat dari virus hidup).

Pengobatan

Polio tidak dapat disembuhkan. Ibuprofen atau obat sejenis hanya membantu mengontrol nyeri. Terapi fisik dengan diet bergizi dapat meningkatkan kesehatan dan stamina. Dokter Anda akan menganjurkan Anda untuk menggunakan metode lain untuk membantu Anda merasa lebih nyaman pada masa terinfeksi.

Pengobatan di Rumah

Berikut adalah gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat membantu Anda mengatasi poliomyelitis:
  • Fisioterapi teratur agar otot tidak mengecil.
  • Hubungi dokter Anda jika Anda merasa terpapar penyakit ini atau polio
  • Hubungi dokter Anda jika Anda didiagnosis polio dan gejala memburuk
  • Pastikan Anda sudah divaksin untuk mencegah paralisis dengan vaksin polio sebelum bepergian ke area dengan penyakit polio