Suka Sakit Perut? Kenali Radang Usus Satu Ini: Kolitis



Kolitis adalah peradangan usus besar yang disebabkan oleh berbagai hal. Lantas, apakah penyakit ini termasuk penyakit berbahaya? Bagaimana mengatasinya? Apakah bisa dicegah?


Gejala
Kolitis adalah kondisi radang yang terjadi pada bagian dinding dalam usus besar. Biasanya kondisi ini disertai dengan munculnya berbagai gejala, seperti:
  • Sakit perut
  • Perut kram
  • Diare, dengan atau tanpa darah pada BAB
  • Sulit BAB atau sembelit
  • Kembung
Dalam beberapa kasus, kolitis akan menimbulkan gejala seperti:
  • Demam
  • Menggigil
  • Kelelahan
  • Dehidrasi
  • Sendi membengkak
Sakit atau nyeri yang terjadi akibat peradangan membuat otot-otot usus tidak dapat bekerja dengan baik, sehingga makanan yang seharusnya dicerna justru dikeluarkan kembali dan ini yang menyebabkan diare. Diare terjadi juga akibat usus tak mampu menyerap air. Hal ini bisa diakibatkan oleh peradangan yang terjadi.

Penyebab

Kolitis akibat infeksi

Kolitis adalah penyakit radang yang bisa disebabkan oleh tiga jenis infeksi berikut ini.
  • Bakteri. Sebagian besar, bakteri ini mencemari makanan sehingga dapat masuk ke dalam peru Anda. beberapa jenis bakteri yang menyebabkan radang usus adalah Campylobacter, Shigella, E.Coli, Yersinia, dan Salmonella
  • Virus, yang menyebabkan radang usus adalah cytomegalovirus, yang biasanya menyerang orang yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah. Radang usus jenis ini, memang agak jarang terjadi.
  • Parasit, penyebab usus meradang yaitu giardia, yang masuk ke dalam tubuh melalui air yang tercemar. Biasanya, parasit ini ada di dalam air kolam renang, air sungai, hingga air danau, sehingga sangat mudah menginfeksi tubuh orang yang suka berkreasi ke tempat tersebut.

Kolitis akibat iskemik

Iskemik adalah kondisi di mana suatu jaringan tubuh mengalami kerusakan sel, akibat tidak adanya aliran darah ke bagian jaringan tersebut. Hal ini yang terjadi pada usus jika mengalami kolitis iskemik. Dalam kondisi ini, radang dan luka muncul akibat gangguan aliran darah ke bagian usus, sehingga usus tak mendapatkan makanan.  Lama-kelamaan, jaringan usus rusak dan muncul luka serta peradangan. Orang yang berisiko untuk mengalami hal ini yaitu:
  • Orang yang lanjut usia (lansia). Penuaan mengakibatkan aliran darah sudah tak baik dan lancar lagi, selain itu, lansia yang memiliki riwayat penyakit jantung, diabetes, tekanan darah tinggi, dan kolesterol tinggi memiliki peluang yang lebih tinggi untuk mengalami kolitis iskemik.
  • Pasien dengan atrial fibrilasi, yang memang memiliki gangguan aliran darah di dalam tubuhnya
  • Orang yang mengalami anemia atau tekanan darah rendah

Kolitis dan inflammatory bowel syndrome (IBD)

Penyakit inflammatory bowel syndrome (IBD) atau iritasi usus dapat menyebabkan penderitanya mengalami radang usus. Masalah kesehatan ini berhubungan dengan gangguan autoimun. Radang terjadi akibat sistem kekebalan tubuh menyerang bagian tubuhnya sendiri yang sehat dan akhirnya mengalami peradangan usus. Kondisi ini yang terjadi pada penderita IBD yaitu kolitis ulseratif dan penyakit Crohn.

Kolitis mikroskopik

Kondisi ini cukup jarang terjadi dan biasanya menyerang wanita yang telah lanjut usia. Diduga kuat, penyakit ini diakibatkan oleh genetik. Akan tetapi, penyebab pastinya belum diketahui.  Gangguan kesehatan ini menyebabkan penderitanya mengalami diare berkepanjangan.

Kolitis akibat alergi

Hati-hati, radang usus juga bisa disebabkan oleh alergi makanan yang biasanya rentan terjadi pada bayi di bawah satu tahun. Ketika si kecil alergi terhadap suatu makanan seperti susu sapi atau susu kacang kedelai, maka tubuh akan mengeluarkan respon alergi dan peradangan. Dalam kasus ini, yang meradang adalah usus.

Pengobatan
Pengobatan penyakit ini sebenarnya akan disesuaikan dengan jenisnya masing-masing. Namun, beberapa pertolongan pertama yang akan dilakukan adalah berupa pencegahan agar tubuh tak mengalami dehidrasi dan memberikan obat untuk meringankan gejala.
  • Kolitis akibat infeksi bakteri akan ditangani dengan cara memberikan antibiotik
  • Kolitis iskemik diobati dengan cara memberikan obat-obatan yang membuat aliran darah kembali membaik. Pasien dengan gangguan ini biasanya akan diberikan cairan yang lebih untuk menghindari dehidrasi.
  • Nyeri perut dan diare diatasi dengan cara pemberian obat penghilang rasa sakit seperti paracetamol atau ibuprofen. Sementara obat yang digunakan untuk menghentikan diare adalah Loperamid.