Kenali Fibroid, Tumor yang Tumbuh di Rahim


Fibroid adalah tumor jinak yang ada di bagian atas atau dalam otot rahim. Satu sel membelah berkali-kali dan terus berkembang menjadi satu kelompok solid yang terpisah dari rahim. Tumor  ini berkembang menjadi sebuah atau beberapa blok dengan ukuran yang berbeda.

Tumor kecil tidak akan menimbulkan gejala, tetapi tumor besar dapat menyebabkan pendarahan dan mengakibatkan darah keluar lebih banyak saat menstruasi.


Gejala

Sekitar 30-50% kasus tidak menunjukkan gejala apapun.  Fibroid dapat tumbuh cukup besar dan membuat penderita seperti hamil dan memunculkan gejala mirip kehamilan seperti:

1. Tegang pada bagian panggul
2. Sering buang air kecil
3. Dapat mengakibatkan sembelit, nyeri punggung, nyeri selama berhubungan seksual, dan nyeri panggul.

Dalam kasus fibroid yang berkembang selama kehamilan, tumor dapat mennyebabkan komplikasi. Tumor akan membuat plasenta janin kekurangan oksigen, menggeser posisi janin yang menyebabkan ibu sulit melahirkan secara normal. Pada sebagian besar kasus, janin masih bisa berkembang normal meskipun terdapat tumor di rahim, namun tumor akan tumbuh lebih cepat selama masa kehamilan.

Anda harus segera ke dokter apabila:
1. Nyeri panggul yang tidak hilang
2. Menorrhagia atau dismenorea
3. Pendarahan eksternal atau menstruasi
4. Nyeri saat berhubungan seksual
5. Sulit buang air kecil


Penyebab

1. Perubahan genetik, ada bukti yang menunjukkan bahwa fibroid cenderung terhadi pada keluarga muda dan pasangan kembar identik yang memiliki rasio lebih tinggi terhadap fibrosis daripada kembar fraternal.
2. Estrogen dan progesteron, memberikan kontribusi untuk membantu perkembangan fibroid. Fibroid memiliki reseptor estrogen dan progesteron lebih banyak daripadan sel otot dan rahim normal, sehingga cenderung menyusut setelah menopause karena produksi hormon menurun.
3. Faktor pertumbuhan lainnya, membantu menjaga keadaan homeostatis tubuh, seperti zat insulin yang dapat mempengaruhi pertumbuhan fibroid.


Faktor Risiko

1. Genetika, jika ibu atau saudara perempuan memiliki fibroid, maka Anda memiliki risiko lebih tinggi

2. Usia, wanita berusia lebih dari 40-50 tahun umumnya memiliki fibrosis namun setelah menopause, tumor akan menyusut.

3. Ras, wanita berkulit hitam memiliki risiko lebih tinggi di usia muda.

4. Faktor lainnya, menstruasi dini, banyak mengonsumsi daging merah, kurang sayuran, buah, dan sering minum alkohol.


Pengobatan

Kebanyakan fibroid tidak membutuhkan pengobatan. Anda hanya perlu melakukan pemeriksaan rutin untuk memastikan fibroid tidak berkembang terlalu besar atau menimbulkan masalah lain.
Obat-obatan dapat digunakan sebagai penghambat kinerja hormon. Jika gejala terus terjadi, dokter dapat menyarankan operasi pengangkatan rahim atau fibroid jika pasien masih berkeinginan memiliki anak.
Metode baru adalah embolisasi arteri rahim dengan memotong pembuluh darah di sekitar fibroid. Kemungkinan dokter juga akan menggunakan metode lisis mekanik (menggunakan arus listrik untuk menghancurkan fibroid dan mengecilkan pembuluh darah yang memasok vitamin menuju fibroid); dan metode lisis mekanik menggunakan cryogenic (menggunakan nitrogen cair dan bukan arus listrik).
Namun, bagaimanapun fibroid bisa kambuh. Kemungkinan pasien harus menjalani operasi lagi. Obat baru bisa menghambat pertumbuhan fibroid, tapi hanya sementara.

Pengobatan di Rumah
Berikut gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat membantu Anda mengatasi penyakit ini.
  • Lakukan pemeriksaan rutin untuk memantau perkembangan tumor dan adanya komplikasi jika Anda memiliki tumor besar.
  • Katakan kepada dokter Anda tentang kekhawatiran Anda serta gejala yang dirasakan.