Migrain Tidak Hanya Kepala Tapi Perut Juga Bisa - Abdominal Migraine



Abdominal Migraine atau migrain perut yang terjadi akibat pemicu yang sama dengan sakit kepala migrain. Migrain perut bisa sangat sakit dan membuat mual, kram, bahkan muntah.

Anak-anak yang anggota keluarganya memiliki penyakit migrain memiliki risiko lebih besar terserang migrain perut. Anak-anak yang terkena migrain perut biasanya saat dewasa mengalami migrain kepala. Migrain perut biasanya terjadi pada bayi, balita, anak-anak, dan remaja.

Migrain perut sering tidak terdiagnosis pada orang dewasa, dan apabila orang dewasa mengalami gejala, dipertimbangan dahulu, apakah itu seperti sindrom usus, refluks, asam lambung, atau intoleransi laktosa.


Gejala

Tanda-tanda dan gejala awal dari migrain perut adalah rasa sakit di pusat tubuh anak atau di sekitar pusarnya (bukan di sisi tubuh), yang disebut dengan sakit perut garis tengah oleh dokter. Beberapa tanda dan gejala lainnya dari kondisi ini dapat meliputi:
  • Mual atau muntah
  • Kulit pucat atau memerah
  • Menguap, mengantuk, atau tidak berenergi
  • Kehilangan nafsu makan atau tidak bisa makan
  • Lingkaran hitam di bawah mata
Migrain perut sering terjadi secara tiba-tiba dan cukup parah, serta tanpa tanda-tanda peringatan. Rasa sakitnya bisa menghilang setelah satu jam, atau bisa bertahan hingga selama 3 hari.

Penyebab
Sampai sekarang, tidak diketahui penyebab pasti dari migrain perut. Satu teori mengatakan bahwa perubahan kadar dua senyawa yang dihasilkan oleh tubuh, yaitu histamin dan serotonin, adalah penyebabnya. Para ahli berpikir bahwa merasa sedih atau khawatir bisa jadi pemicu juga.
Makanan, seperti cokelat, makanan yang mengandung monosodium glutamate (MSG), dan daging olahan dengan nitrit, bisa memicu migrain perut.
Menelan banyak udara juga bisa menjadi pemicu atau menimbulkan gejala perut yang serupa. Ini bisa menyebabkan kembung dan sulit makan.

Pengobatan
Karena tidak banyak yang diketahui dari migrain perut, dokter akan mengobatinya seperti migrain pada umumnya. Mereka biasanya tidak meresepkan obat-obatan kecuali jika gejalanya sangat parah atau sangat sering terjadi.
Obat-obatan seperti rizatriptan (Maxalt) dan sumatriptan (Imitrex), yang disebut triptan belum disetujui untuk digunakan pada anak-anak, meskipun anak yang usianya lebih tua mungkin bisa terbantu dengan menggunakan sumatriptan sebagai semprotan hidung.
Dengan bantuan orangtua dan dokter, anak-anak penderita migrain perut bisa menemukan apa yang menjadi pemicu mereka. Buatlah catatan harian berisi tanggal dan waktu terjadinya migrain perut, makanan apa yang dikonsumsi sebelumnya, apa yang dilakukan sebelum migrain perut terjadi, apakah mereka menggunakan obat-obatan belum lama ini, dan apakah ada yang sedang terjadi dalam hidup mereka yang mungkin membuat mereka tertekan atau cemas.
Jika makanan yang menjadi pemicu migrain perut, coba menghindari makanan tersebut. Namun, ini mungkin tidak akan berhasil bagi setiap orang.
Anak-anak penderita migrain perut harus menjalani pola makan bernutrisi yang kaya akan serat. Kebiasaan sehat lainnya, seperti olahraga harian dan cukup tidur, dan mengajari anak cara mengendalikan emosi dan mengatasi masalah mereka, juga bisa membantu.