Pengobatan Alternatif Flu Singapura, Gejala dan Pengobatan

Pengobatan Alternatif



Flu Singapura, Gejala dan Pengobatan



Flu Singapura adalah infeksi menular yang disebabkan oleh virus yang umumnya menyerang anak-anak, namun juga bisa menyerang orang dewasa. Flu ini dikenal juga sebagai penyakit kaki, tangan, dann mulut.  Kondisi ini umumnya disebabkan oleh kelompok virus bernama enterovirus.


Gejala

Masa inkubasi virus flu Singapura berlangsung selama 3-6 hari sebelum memunculkan gejala yang berupa:
1. Demam.
2. Sakit tenggorokan.
3. Hilang nafsu makan.
4. Muncul sariawan yang terasa nyeri di lidah, gusi, dan bagian dalam pipi.
5. Ruam merah yang terkadang melepuh dan berisi cairan pada telapak tangan, telapak kaki, dan bokong.
6. Bayi dan anak balita akan rewel.
7. Nyeri perut.
8. Batuk.

Penyebab

Virus-virus dari keluarga enterovirus dapat menjadi penyebab flu Singapura. Salah satunya yang paling sering adalah coxsackievirus A16. Virus tersebut hidup dalam cairan hidung dan tenggorokan, air ludah, tinja, serta cairan pada ruam kulit, dan sangat mudah ditularkan ke orang lain malalui kontak langsung dengan cairan tubuh atau barang yang terkontaminasi oleh cairan tubuh penderita.
Beberapa contoh cara penularan dari penyakit flu Singapura, adalah:
1. Mengonsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi tinja penderita.
2. Tidak sengaja menghirup percikan air ludah, cairan hidung atau tenggorakan penderita.
3. Menyentuh benda yang terkontaminasi virus, kemudian menyentuh mata dan hidung, atau memasukan jari ke dalam mulut.


Pengobatan

Umumnya flu Singapura tidak membutuhkan pengobatan karena kerap pulih dengan sendirinya setelah 7-10 hari. Flu Singapura disebabkan oleh virus jadi penderita tidak membutuhkan anti biotik, sementara tidak ada antivirus untuk mengatasinya.

Orang tua dapat melakukan perawatan mandiri untuk meredakan gejala seperti:

1. Memberikan paracetamol atau ibuprofen untuk meredakan rasa nyeri atau demam.

2. Memastikan anak beristirahat secara cukup dan mengonsumsi banyak minuman dingin untuk mengurangi rasa sakit pada tenggorokan.

3. Tidak memberikan makanan atau minuman asam dan pedas, karena bisa membuat luka di mulut dan akan terasa lebih perih.

4. Memberikan makanan lunak atau sup, mengingat gejala flu Singapura dapat menyebabkan sulit menelan.

5. Mengoleskan krim antigatal pada ruam.

6. Memberikan air minum yang cukup untuk mencegah dehidrasi.


Pencegahan Flu Singapura

Pada seminggu pertama penderita dapat dengan mudah menularkan virus ke orang lain. Saat gejala mereda, virus masih bisa bertahan dalam tubuh penderita sampai beberapa minggu dan dapat menyebar melalui ludah atau tinja. Untuk mengurangi risiko penyebaran, ada beberapa cara yang bisa dilakukan:

1. Mengistirahatkan anak di rumah dan tidak menyuruhnya bersekolah sementara waktu hingga kondisinya benar-benar pulih.

2. Membersihkan area-area yang dicurigai terkontaminasi virus (misalnya pakaian, seprei, meja, peralatan makan) dengan menggunakan air dan sabun.

3. Membiasakan diri untuk mencuci tangan sampai bersih, khususnya setelah BAB, mengganti popok anak, menyiapkan makanan, atau sebelum makan.

4. Mengajari anak cara menjaga kebersihan anggota tubuhnya sendiri. Hal ini penting dilakukan karena anak-anak di bawah usia 10 tahun rawan tertular flu Singapura.

5. Mengajari anak untuk tidak berbagi peralatan makan atau minum.

6. Tidak mencium anak yang sedang menderita flu Singapura agar Anda sendiri tidak tertula