Pengobatan Alternatif Gejala dan Cara Mengatasi Alergi Dingin

Pengobatan Alternatif 


Gejala dan Cara Mengatasi Alergi Dingin


Alergi dingin adalah reaksi kulit dalam kurun waktu beberapa menit setelah Anda terkena paparan dingin, baik dari air maupun udara. Faktor penyebab alergi dingin biasanya, ketika berada di ruangan ber-AC, berenang, atau selepas mandi di pagi hari. Biasanya kulit yang memiliki alergi terhadap dingin akan menjadi merah dan mengalami gatal-gatal.
Namun, gejala alergi dingin ini pada setiap orang mungkin akan berbeda-beda. Beberapa orang mungkin memunculkan gejala alergi dingin yang cenderung ringan, tapi beberapa lainnya mengalami syok anafilaktik seperti penurunan tekanan darah secara drastis, tidak bisa bernapas, hingga pingsan.

Gejala
1. Gatal-gatal dan muncul ruam
Gejala yang paling khas adalah munculnya ruam kemerahan dan terasas gatal. Gejala ini cenderung sulit hilang meskipun penderita pindah ke lingkungan yang lebih hangat. Dalam beberapa kasus, alergi ini dapat memburuk dan bertahan hingga 24 jam atau lebih.
2. Tangan bengkak
Pembengkakan biasanya terjadi saat memegang sesuatu yang bersuhu dingin, mandi di pagi hari, dan terpapar suhu dingin lainnya. Selain tangan, pembengkakan dapat terjadi di bagian tubuh lainnya. Bahkan, pembengkakan dapat terjadi di bagian lidah dan tenggorokan membuat penderita sulit bernapas dan bisa berujung pada kematian.
3. Faktor keturunan
Penelitian yang dilakukan oleh National Institute of Allergy and Infectious Disease pada tahun 2012, alergi dingin dapat disebabkan oleh faktor keturunan. Gejala alergi karena keturunan biasanya muncul setengah jam setelah terpapar suhu dingin dan bisa berlangsung hingga 48 jam. Umunya gejala yang dialami adalah kulit kemerahan, gatal, demam, sakit kepala, nyeri persendian, dan reaksi sel darah putih yang berlebihan.
Penyebab
Penyebab pasti dari alergi dingin masih belum diketahui. Beberapa orang menjadi lebih sensitif terhadap dingin karena keturunan, terkena sejenis virus, atau memiliki penyakit yang menyebabkan sel kulit semakin sensitif.
Namun secara umum paparan dingin menghantarkan histamin dan zat kimia lainnya pada aliran darah yang menyebabkan kemerahan dan reaksi gatal-gatal.

Pengobatan
1. Obat antihistamin
Antihistamin adalah obat alergi dingin paling umum yang sering digunakan. Histamin adalah zat kimia vasoaktif, yang memiliki efek pada pembuluh darah kecil (kapiler) agar bisa melebar. Saat Anda bersentuhan dengan penyebab alergi (alergen) yang sebenarnya tidak berbahaya, histamin yang diproduksi oleh sistem kekebalan tubuh akan bereaksi secara berlebihan.
Histamin pun memerintahkan tubuh untuk melawan alergen. Hal inilah yang menimbulkan reaksi atau gejala alergi, yaitu kulit, hidung, dan mata terasa gatal.
Seperti namanya, antihistamin adalah obat yang menghentikan kerja histamin. Histamin biasanya dilepaskan saat Anda:
  • Terkena gigitan serangga
  • Biduran, angiodema, dan anafilaktik
  • Keracunan
  • Urtikaria pigmentosa
Dengan adanya obat antihistamin, maka efek histamin yang dikeluarkan saat sedang mengalami alergi dingin akan ditekan untuk mengurangi efek gatalnnya.
Antihistamin bisa didapatkan dalam bentuk tablet,  suntikan, atau krim. Suntikan hanya diberikan pada kasus alergi yang parah. Beberapa obat alergi dingin antihistamin yang banyak beredar di pasaran adalah seperti fexofenadine(Allegra®), loratadine (Claritin®), diphenhydramine (Otede®) atau cetirizine (Zyrtec®).
2. Leukotriene antagonis
Obat leukotriene antagonis disebut juga dengan antileukotriene. Obat ini menghambat zat leukotrien. Leukotrienes adalah substansi yang dilepaskan oleh sel darah putih di paru-paru yang menyebabkan peradangan dan aliran udara terhambat.
Obat ini pada dasarnya sering digunakan untuk menangani asma. Namun antileukotriene juga memiliki manfaat lain, di antaranya:
  • Pencegahan dan pengobatan asma pada anak dan orang dewasa.
  • Pengobatan alergi yang dipicu oleh alergen dalam ruangan seperti debu tungau, spora jamur, atau bulu binatang.
  • Pengobatan alergi musiman (hay fever) yang dipicu oleh alergen dari luar seperti serbuk sari dari pohon, rumput, atau gulma.
  • Untuk menangani berbagai jenis kasus biduran, termasuk biduran karena alergi dingin.
3. Obat kortikosteroid sistemik
Kortikosteroid sistemik adalah jenis obat alergi dingin yang diberikan secara oral (diminum) atau dengan disuntik. Obat alergi dingin satu ini memiliki efek antiradang yang mendalam, sehingga membantu meringankan gejala peradangan saat alergi Anda kambuh.
Ada beberapa jenis steroid sistemik, salah satunya adalah prednisone dan prednisolon. Keduanya adalah obat yang paling sering diresepkan untuk orang yang mengalami peradangan pada kulit.
Prednisone paling sering diberikan pada pagi hari. Pengobatan awal menggunakan prednisone ini biasanya diberikan untuk 2-4 minggu pertama, selanjutnya akan dilihat lebih lanjut hasilnya – apakah perlu menyesuaikan lagi dosisnya atau sudah cukup.
Penggunaan obat ini harus diawali dengan konsultasi kepada dokter terlebih dahulu sebab ada efek samping yang bisa terjadi sejak minum obat ini. Khususnya jika Anda minum dalam dosis yang tinggi (lebih dari 20 mg per hari).
Beberapa efek samping yang bisa ditimbulkan dari penggunaan obat prednisone antara lain:
  • Gangguan tidur
  • Nafsu makan meningkat
  • Kenaikan berat badan
  • Peningkatan gula darah 2 jam setelah makan
  • Efek psikologis tertentu
4. Omalizumab
Omalizumab atau disebut juga Xolair adalah terapi obat alergi dingin lini kedua untuk pengobatan biduran alias gatal-gatal. Obat alergi dingin satu ini biasanya juga digunakan untuk mengobati serangan asma sedang sampai berat. Omalizumab bekerja dengan cara menghalangi respon alami sistem kekebalan tubuh Anda terhadap pemicu alergi yang dapat menyebabkan gatal-gatal dan serangan asma akut.
Obat ini memengaruhi sistem kekebalan tubuh Anda (khususnya imunoglobulin E-IgE) dengan membantu menjaga saluran udara terbuka dan, seiring waktu, membantu mengontrol asma Anda dengan baik. Untuk kasus alergi dingin, omalizumab membantu mengurangi rasa gatal dan jumlah gatal-gatal pada kulit Anda.
Dilansir dari laman Mayo Clinic, obat ini biasanya diresepkan dokter untuk orang dengan alergi dingin yang tidak berhasil menggunakan obat lainnya. Contohnya obat antihistamin atau obat steroid sistemik.
Obat ini tidak bisa digunakan sembarangan, diberikan dengan suntikan di permukaan kulit setiap 4 minggu sekali. Obat ini bisa digunakan untuk remaja dan juga orang dewasa. Dosis obat akan bergantung pada kondisi medis Anda dan respon terhadap pengobatan.
Gunakan obat ini secara teratur untuk mendapatkan hasil terbaik. Untuk membantu Anda mengingat penggunaannya, gunakanlah pada hari yang sama dalam seminggu sesuai dengan jadwal Anda.
Jangan menghentikan pengobatan tanpa konsultasi dengan dokter Anda. Kondisi Anda mungkin dapat menjadi lebih buruk jika Anda tiba-tiba menghentikan penggunaan obat ini.