Penyakit Hati, Penyakit Liver: Gejala dan Pengobatan


Penyakit hati atau liver adalah gangguan pada hati sehingga tidak berfungsi sebagaimana mestinya.

Fungsi hati antara lain:

1. Metabolisme lemak. Hati menghasilkan empedu dan kolesterol yang berfungsi dalam mencerna dan transportasi lemak dalam tubuh.

2. Metabolisme protein. Hati menghasilkan asam amino untuk menyusun protein yang penting untuk melawan infeksi serta membersihkan amonia yang merupakan produk pembuangan dari metabolisme protein dan beracun bagi tubuh.

3. Metabolisme karbohidrat. Hati adalah tempat menyimpan gula sehingga turut membantu menjaga keseimbangan gula dalam darah.

4. Metabolisme hemoglobin. Hemoglobin merupakan komponen pembentuk sel darah merah sehingga sel darah merah dapat berfungsi dengan normal. Hati menyimpan zat besi sebagai bahan baku membentuk hemoglobin dan membersihkan bilirubin yang merupakan produk buangan dari metabolisme hemoglobin atau sel darah merah. Bilirubin berlebihan dapat membuat tubuh menjadi kuning.

5. Metabolisme obat-obatan dan racun. Hati membuat obat-obatan yang kita konsumsi berubah dari zat aktif menjadi zat yang tidak aktif lalu membersihkannya juga dari dalam tubuh sehingga dapat dibuang melalui urine atau feses. Salah satu zat yang dimetabolisme oleh hati adalah alkohol.

6. Membantu pembekuan darah.

Meskipun penyebab penyakit liver sangat beragam, perkembangan penyakit dan kerusakan jaringan hati memiliki pola yang mirip. Pengenalan tahapan kerusakan hati sangat penting, karena dengan mengetahui tahapan kerusakan hati, akan menentukan tindakan pengobatan dan pencegahan kerusakan jaringan lebih lanjut. Kerusakan jaringan hati akibat penyakit umumnya mengikuti pola tahapan sebagai berikut:

1. Tahap 1, permulaan penyakit atau inflamasi, ditandai adanya peradangan, baik pada jaringan  hati maupun saluran empedu. Peradangan muncul karena tubuh mencoba memeranngi infeksi atau iritasi yang terjadi. Hal ini menyebabkan penderita mengalami sakit perut.

2. Tahap 2, fibrosis hati merupakan proses penyembuhan luka pada jaringan hati akibat peradangan. Hati yang fibrosis sudah mengalami kerusakan jaringan dan mulai menghambat aliran darah pada Jika penyebabnya penyakit akut, maka kerusakan jaringan hati dapat dipulihkan ke kondisi semula. 

3. Tahap 3, sirosis merupakan kondisi kronis yang disebabkan oleh kerusakan jaringan hati dan penyumbatan aliran darah. Penderita penyakit liver yang sudah mengalami sirosis dapat mengalami gejala serius dan membutuhkan perawatan khusus dari dokter. Perawatan yang diberikan berfokus pada meringankan gejala penyakit liver yang muncul dan mencegah gagal.

4. Tahap 4, gagal hati, terjadi kerusakan secara menyeluruh sehingga menyebabkan hilangnya fungsi organ ini secara menyeluruh. Penderita gagal hati memerlukan perawatan khusus untuk meminimalkan risiko kematian. Meskipun perkembangan penyakit liver dari tahap 1 hingga tahap 3 memerlukan waktu bertahun-tahun, kerusakan hati yang sudah mencapai tahap akhir tidak bisa diperbaiki dan dapat menyebabkan kematian.


Gejala
Gejala penyakit liver yang muncul pada seseorang sangat beragam, tergantung kepada jenis dan penyebab penyakit liver yang diderita. Berikut beberapa gejala yang dapat ditimbulkan dari penyakit liver, di antaranya adalah:
1. Kehilangan nafsu makan.
2. Mual dan muntah.
3. Rasa lelah.
4. Warna feses berubah menjadi pucat seperti dempul.
5. Warna urine berubah menjadi gelap seperti teh.
6. Kulit dan mata menjadi kuning.
7. Gatal-gatal pada kulit.
8. Nyeri perut dan perut membesar.
9. Pembengkakkan pada tungkai dan kaki.
10. Mudah memar.

Pengobatan
Pengobatan penyakit liver sangat tergantung dari penyebabnya. Beberapa penyakit liver dapat diatasi dengan perubahan gaya hidup seperti menurunkan berat badan dan berhenti minum alkohol, sementara penyakit liver yang lainnya harus ditangani dengan obat-obatan, operasi atau bahkan transplantasi hati. Yang terpenting dari pengobatan penyakit liver adalah menghindari berkembangnya inflamasi menjadi sirosis yang berbahaya bagi penderita.
Metode yang paling penting dalam mencegah terjadinya sirosis adalah dengan menghindari dan mengatasi penyebab-penyebab yang menimbulkan peradangan pada liver. Jika penyebab peradangan segera ditangani, maka perkembangan kerusakan jaringan liver dari tahap inflamasi menjadi sirosis dapat dihindari. Oleh karena itu, identifikasi penyebab peradangan sangat penting untuk mencegah terjadinya inflamasi pada hati secara terus-menerus.

Pencegahan
Tindakan yang harus dilakukan adalah:
1. Tidak berbagi jarum suntik dan melakukan hubungan seksual yang aman.
2. Mencegah terjadinya hepatitis dengan cara mengikuti program vaksinasi virus hepatitis.
3. Menjaga berat badan normal sesuai dengan indeks massa tubuh.
4. Tidak mengonsumsi minuman beralkohol.
5. Konsultasikan dengan dokter sebelum mengonsumsi obat medis maupun obat herba.