Penyakit Ini Gejalanya Berlangsung Beberapa Tahun! Kenali Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK) Gejala dan Pengobatan


Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK) adalah penyakit peradanagn paru dalam jangka panjang. Penyakit ini menghalangi udara yang masuk karena adanya pembengkakan, lendir, atau dahak.  Sebagian besar penderita PPOK adalah lansia dan perokok. Risiko lanjutan dari penyakit ini adalah penyakit jantung dan kanker paru-paru.


Gejala

Pada tahap awal tidak terjadi gejala atau tanda khusu. Gejala baru muncul ketika sudah terjadi kerusakan yang signifikan pada paru-paru, umumnya dalam waktu bertahun-tahun.

Berikut adalah gejala PPOK yang patut diwaspadai:
1. Batuk berdahak yang tidak kunjung sembuh dan warna lendir berwarna agak kuning atau hijau.
2. Pernapasan sering tersengal, terlebih saat melakukan aktivitas fisik.
3. Mengi atau napas sesak yang berbunyi.
4. Lemas.
5. Penurunan berat badan.
6. Nyeri dada
7. Kaki, pergelangan kaki, atau tungkai menjadi bengkak.
8. Bibir atau kuku jari berwarna biru.


Penyebab

Berikut adalah kondisi yang meningkatkan risiko PPOK:

1. Rokok. Bahan kimia berbahaya dalam rokok dapat merusak lapisan paru-paru dan jalan napas. Diperkirakan sekitar 20-30% perokok aktif menderita PPOK. Menghentikan kebiasaan merokok dapat mencegah kondisi semakin parah.

2. Polusi udara, misalnya asap kendaraan bermotor, debu, atau bahan kimia. Polusi udara dapat mengganggu kerja paru-paru dan meningkatkan risiko penyakit paru.

3. Usia. PPOK akan berkembang selama bertahun-tahun. Gejala akan muncul di umur sekitar 40 tahun

4. Penyakit asma. Penderita asma, terutama yang merokok, rentan mengalami penyakit ini.

5. Faktor keturunan. Jika memiliki keluarga yang menderoita PPOK, Ada juga memiliki risiko terkena penyakit yang sama. Selain itu, adanya defisensi antitripsin alfa-1 juga dapat meningkatkan risiko terjadinya PPOK. Antitripsin alfa-1 adalah zat yang melindungi paru-paru. Defisiensi antitripsin alfa-1 dapat bermula pada usia di bawah 35 tahun, terutama jika penderita gangguan ini juga merokok.


Pengobatan

Hingga saat ini, PPOK tidak bisa disembuhkan. Pengobatan bertujuan untuk meringankan gejala dan menghambat perkembangan penyakit ini. Meski demikian, kombinasi pengobata yang tepat dapat mengendalikan gejala, sehingga penderita dapat menjalankan aktivitas dengan normal. Pengobatan meliputi:

1. Penggunaan obat-obatan. Obat yang umum diberikan adalah inhaler atau obat hirup. Contohnya adalah kombinasi bronkodilator yang melebarkan saluran peranpasan, dengan obat hirup kortikosteroid yang mengurangi peradangan. Jika obat hirup dapat mengendalikan gejala PPOK, maka dokter memberi obat minum kapsul atau tablet. Obat yang biasa diberikan adalah teofilin untuk melegakan napas dan membuka jalan napas, mukolitik untuk mengencerkan dahak atau lendir. Obat antibiotik jika terjadi tanda-tanda infeksi paru-paru.

2. Fisioterapi Dada. Program ini dilakukan untuk memberikan edukasi PPOK, efeknya terhadap kondisi psikologi dan pola makan yang sebaiknya dilakukan, serta memberikan latihan fisik dan pernapasan, seperti berjalan dan mengayuh sepeda.

3. Tindakan operasi. Tindakna ini perlu dilakukan apabila penderita tidak mempan diberi obat maupun fisioterapi. Contohnya transplantasi paru-paru, operasi pengangkatan paru-paru yang rusak untuk mengganti dengan paru-paru yang sehat dari donor.

Selain itu dapat dilakukan hal-hal berikut:
1. Berhenti merokok atau menghindari asap rokok.
2. Menghindari polusi udara
3. Memasang alat pelembab udara
4. Menjaga pola makan sehat
5. Rutin olahraga
6. Menjalani vaksinasi rutin
7. Memeriksakan diri secara berkala.