Seputar Menstruasi dan Hal Yang Tidak Normal dari Menstruasi


Menstruasi adalah proses keluarnya darah dari vagina yang diakibatkan siklus bulanan alami pada wanita. Siklus ini merupakan proses organ reproduksi wanita untuk siap dibuahi hingga terjadi kehamilan. Persiapan ini ditandai dengan penebalan dinding rahim. Jika tidak terjadi kehamilan, dinding rahim mengalami peluruhan dan keluar bersama darah melalui vagina.

Siklus menstruasi diatur oleh berbagai hormon, baik yang dihasilkan organ reproduksi maupun dari kelenjar lain. Beberapa hormon yang terlibat adalah GnRH (gonadotropin relasing hormone), FSH (folicle stimulating hormone), LH (luteinizing hormone), estrogen, dan progesteron.

Siklus menstruasi dibagi menjadi beberapa fase:

1.  Fase menstruasi, merupakan fase pertama dalam siklus ini, ditandai dengan terjadinya peluruhan dinding rahim. Fase ini terjadi ketika sel telur tidak dibuahi sehingga tidak terjadi kehamilan.

2. Fase folikular, terjadi ketika kelenjar hipotalamus di otak mengeluarkan GnRH untuk merangsang kelenjar pituitari atau hipofisis sehingga mengeluarkan FSH. FSH akan merangsang indung telur atau ovarium untuk membentuk folikel yang berisi sel telur yang belum matang. Folikel akan terus berkembang selama sekitar 16 hari bersamaan dengan perkembangan sel telur. Folikel yang sedang mengalami pematangan akan mengeluarkan hormon estrogen yang mulai merangsang penebalan dinding rahim.

3. Fase ovulasi, terjadi ketika ovarium melepaskan sel telur yang sudah matang ke saluran indung. Sel terlu yang keluar akan berjalan menuju rahim dan siap dibuahi oleh sperma. Jika tidak dibuahi, sel telur melebur 24 jam setelah terjadinya ovulasi.

4. Fase luteal, terjadi ketika folikel yang sudah mengeluarkan sel telur yang sudah matang berubah menjadi jaringan yang dinamakan korpus luteum. Korpus luteum akan mengeluarkan hormon estrogen dan progesteron untuk menjaga agar dinding uterus atau rahim tetap tebal, sehinga uterus tetap siap menampung sel telur jika sudah dibuahi. Jika terjadi kehamilan, tubuh wanita akan mengeluarkan hormon HCG (Human Chorionic Gonadotropin) untuk menjaga agar korpus luteum tetap ada di dalam ovarium sehingga dinding uterus tidak meluruh. Akan tetapi jika tidak terjadi kehamilan, korpus luteum akan meluruh sehingga kadar hormon estrogen dan progesteron dalam darah juga akan menurun. Penurunan kadar hormon estrogen dan progesteron akan menyebabkan dinding uterus mengalami peluruhan dan terjadi menstruasi. Fase luteal umumnya terjadi sekitar 11-17 hari dengan rata-rata lamanya adalah 14 hari.


Gejala

Sindrom Pra-Menstruasi (PMS)

Dalam siklus menstruassi, perubahan hormon dalam tubuh wanita akan terjadi. Berubahnya jumlah hormon bisa memengaruhi fisik dan emosi, yang dapat muncul beberapa hari sebelum menstruasi. Gejala ini disebut sindrom pramenstruasi atau premenstrual syndrome (PMS).
Sejumlah perubahan fisik dan emosi yang biasanya muncul sebelum menstruasi adalah:
1. Lelah
2. Sakit kepala
3. Perut kembung
4. Payudara menjadi sensitif
5. Kenaikan berat badan
6. Nyeri pada otot dan sendi
7. Diare atau konstipasi
8. Muncul jerawat.
Sementara, perubahan emosi yang bisa terjadi pada saat wanita mengalami PMS adalah:
1. Uring-uringan
2. Suasana hati yang tidak stabil
3. Sulit konsentrasi
4. Mudah menangis
5. Sulit tidur
6. Perubahan nafsu makan
7. Kecemasan berlebihan
8. Turunnya rasa percaya diri
9. Gairah seks yang menurun.

Selama menstruasi, sakit atau kram perut juga dapat terjadi. Apabila Anda mengalami sakit atau kram perut yang terasa mengganggu aktivitas sehari-hari, sejumlah cara berikut bisa bermanfaat untuk menguranginya:
1. Menghangatkan perut, misalnya dengan kompres air hangat
2. Olahraga ringan, seperti berjalan kaki atau bersepeda
3. Memijat perut bagian bawah
4. Meminum obat pereda rasa sakit, misalnya paracetamol
5. Berhenti merokok
6. Melakukan teknik relaksasi, contohnya yoga dan meditasi
7. Menghindari minuman yang mengandung kafein dan alkohol.


Kondisi Menstruasi Tidak Normal

1. Jika Volume Menstruasi Lebih Banyak dari Biasanya
Umumnya, wanita mengeluarkan darah haid rata-rata 30-40ml sebulan. Namun beberapa wanita bisa mengeluarkan hingga 60ml sebulan. Kondisi ini disebut menoragia. Jika Anda termasuk orang yang mengganti pembalut setiap jam, dapat diperkirakan Anda mengalami kondisi ini. Kehilangan banyak darah menyebabkan tubuh kehilangan zat besi sehingga dapat terjadi anemia.
Volume menstruasi yang lebih tinggi ini dapat disebabkan karena:
a. Kehamilan yang tidak normal atau keguguran
b. Penggunaan intrauterine device atau spiral sebagai metode kontrasepsi
c. Penyakit radang panggul
d. Gangguan penggumpalan darah
e. Kanker rahim
f. Polip atau fibroid rahim

2. Jika Menstruasi Melambat atau Berhenti
Amenorea adalah kondisi wanita berhenti menstruasi atau sudah berumur 15 tetapi belum haid. Hal ini karena penurunan produksi estrogen. Umumnya amenorea terjadi secara natural pada 50 tahunan. Yang perlu diwaspadai adalah jika amanorea terjadi sebelum usia 40 tahun. Kemungkinan yang dapat menyebabkan berhentinya menstruasi:
1. Hamil
2. Berolahraga berat yang terlalu sering
3. Mengalami ganguan pola makan
4. Dalam masa menyusui
5. Obesitas

3. Jika Mengalami Nyeri Haid Berlebihan
Kebanyakan wanita mengalami kelelahan dan nyeri di masa haid. Namun beberapa wanita merasakan nyeri lebih parah sehingga menghalangi aktivitas. Kondisi ini disebut dismenorea yang dapat disertai gejala mual, muntah, sakit kepala, nyeri pada punggung, dan diare.

Obat-obatan antiinflamasi dapat dikonsumsi untuk mencegah produksi prostaglandin sebagai penyebab nyeri dan mengurangi rasa sakit yang ditimbulkannya. Namun disarankan untuk memeriksakan diri ke dokter untuk mendapat penanganan tepat. Dokter Anda kemungkinan akan menyarankan tes pap smear, pemeriksaan panggul, ultrasound, atau laparoskopi.

4. Jika Mengalami Pendarahan Saat Tidak Haid
Jika terjadi segera diperiksakan untuk mendeteksi kemungkinan adanya gangguan,luka vagina hingga penyakit serius seperti kanker. Anda harus memeriksakan diri ke dokter jika:
1. Jarak antara dua menstruasi Anda dari 21 hari atau lebih dari 35 hari.
2. Menstruasi Anda berlangsung lebih dari 7 hari.
3. Mengalami pendarahan saat sedang tidak menstruasi.
4. Mengalami nyeri yang tidak tertahankan saat mengalami haid.
5. Perlu mengganti pembalut hingga tiap satu jam sekali.
6. Anda telah berhenti mengalami menstruasi selama 12 bulan berturut-turut, tapi kemudian kembali mengalami haid.