Tifus, Tipes, Gejala dan Pengobatan


Tipes adalah infeksi bakteri yang dapat menyebar ke seluruh tubuh yang memengaruhi banyak organ. Seseorang yang sakit tipes tapi tidak mendapatkan pengobatan yang tepat dapat mengalami komplikasi serius dan berakibat fatal. Penyakit ini menular lewat feses dan urinnya. Mengonsumsi makanan atau minuman yang telah terkontaminasi juga dapat meningkatkan risiko terkena demam tifoid atau tipes.


Gejala

Ciri-ciri tipes biasanya muncul secara bertahap pada 1–3 minggu setelah tubuh terinfeksi. Namun dalam beberapa kasus tertentu, gejala tipes juga bisa terjadi secara mendadak.
Beberapa ciri-ciri tipes yang paling umum adalah:
  • Demam tinggi hingga mencapai 40°C.
  • Sakit kepala.
  • Mual dan muntah.
  • Sakit perut.
  • Diare atau sembelit.
  • Lemah dan lesu.
  • Merasakan nyeri dan sakit pada otot.
  • Muncul ruam atau bintik merah di kulit.
  • Nafsu makan menurun.
Biasanya ciri-ciri tipes akan membaik pada minggu ketiga sampai keempat sejak pertama kali seseorang terinfeksi. Namun, saat Anda mengalami komplikasi penyakit ini, gejala tipes mungkin akan bertahan lebih lama. Gejala tipes juga bisa kambuh setelah Anda merasa telah sembuh (disebut dengan gejala rekuren). Sekitar 10 persen yang sakit tipes bisa mengalami gejala kambuhan selama satu sampai dua minggu.

Penyebab
Penyebab tipes adalah bakteri salmonella typhi. Bakteri ini menyebar melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi. Tak hanya itu saja, jika Anda sering jajan sembarang dan daya tubuh Anda sedang menurun bisa saja Anda mengalami demam tifoid. Anak kecil mungkin lebih rentan terkena demam tifoid karena daya tahan tubuhnya belum sekuat orang dewasa atau bisa jadi karena anak kurang bisa menjaga kebersihannya saat makan.
Selain mengonsumsi makanan yang terinfeksi, bisa melalui kontak langsung dengan penderita. Misal Anda mengonsumsi makanan yang diolah oleh penderita.
Bisa menular pada penggunaan toilet umum ketika penderita tidak menyiram dengan bersih setelah buang air kecil. Pada saat kekebalan tubuh Anda menurun, ada kemungkinan Anda terserang penyakit ini.

Faktor Risiko
Beberapa hal yang dapat meningkatkan risiko Anda terkena penyakit demam tifoid adalah:
  • Bekerja atau berpergian ke daerah endemik demam tifoid.
  • Bekerja sebagai ahli mikrobiologi klinis yang melakukan penelitian tentang bakteri Salmonella typhi.
  • Melakukan kontak langsung dengan seseorang yang terinfeksi demam tifoid.
  • Mengonsumsi makanan dan minuman yang sudah terkontaminasi bakteri Salmonella typhi

Pengobatan
Obat tipes dari dokter
1. Antibiotik
Adalah obat tipes yang paling ampuh. Dokter biasanya akan meresepkan obat antibiotik untuk membunuh bakteri penyebab tipes dalam tubuh. Beberapa antibiotik yang sering digunakan adalah Ceftriaxone (biasanya diberikan jika pasien sedang hamil), Chloramphenicol, Ampisilin, trimethoprim-sulfamethoxazole, dan Ciprofloxacin. 
Menggunakan antibiotik saat tidak dibutuhkan meningkatkan risiko terkena infeksi yang kebal dengan pengobatan antibiotik. Oleh sebab itu, konsumsi obat antibiotik tersebut sesuai dengan yang diinstruksikan dokter.
Lanjutkan menggunakan obat antibiotik sampai habis, meskipun ciri ciri tipes menghilang setelah beberapa hari. Berhenti minum obat terlalu dini justru dapat membuat bakteri penyebab tipes untuk tetap tumbuh, yang berakibat kambuhnya infeksi. Beritahu dokter jika kondisi gejala yang Anda alami tidak kunjung hilang atau memburuk.

2. Operasi
Dalam kasus yang parah, operasi mungkin bisa jadi penanganan terbaik untuk penyakit ini. Terutama apabila sudah terjadi komplikasi yang membahayakan nyawa seperti perdarahan dalam atau rusaknya sistem pencernaan.

Obat Tipes Alami
1. Bawang Putih
Anda bisa makan dua siung bawang putih mentah selama beberapa minggu sampai merasa lebih baik. Atau campurkan setengah sendok teh bawang putih yang sudah dihancurkan dengan secangkir susu dan empat gelas air lalu rebus hingga tersisa seperempatnya. Minum 3 kali sehari.
2. Cengkeh
Kandungan minyak esensial pada cengkeh memiliki sifat antibakteri. Cengkeh dapat membantu mengurangi tingkat keparahan gejala tipes. Rebus cengkeh ke dalam air mendidih dan minum rutin di siang hari minimal selama satu minggu.
3. Oralit
Anda bisa membuat oralit denngan gula, garam, dan air. Campurkan dan minumlah selama beberapa kali dalam sehari sampai tubuh benar-benar pulih.
4. Daun selasih
Daun selasih memiliki khasiat antibiotik dan antibakteri yang dapat menghambat bakteri S. typhi. Selain itu, bahan alami ini juga membantu menurunkan demam, menghangatkan perut, dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh.
Untuk menjadikan daun selasih sebagai pengobatan demam tifoid, Anda harus menyiapkan setidaknya 20 helai daun selasih, 1 sendok teh jahe yang dihancurkan, dan 1 gelas air. Rebus semua bahan tersebut sampai mendidih. Tambahkan sedikit madu untuk menambah rasa manis. Jika sudah dingin, minum larutan tersebut sebanyak 2 sampai 3 kali sehari hingga masa pemulihan.
5. Pisang
Anda disarankan mengonsumsi makanan yang lunak dan lembek. Pisang adalah salah satu buah yang bisa dikonsumsi. Pisang mengandung pektin atau serat larut yang dapat menyerap cairan di usus sehingga menurunkan diare. Tidak hanya itu, kandungan kalium pada pisang berfungsi untuk menggantikan elektrolit yang hilang akibat diare dan demam. Anda dapat mengonsumsi pisang secara langsung atau mencampurnya dengan yogurt dan madu.